Tentang Kami

Satu anak adalah satu nyawa dan setiap nyawa berharga

Lentera Anak Pelangi adalah sebuah program pendampingan anak yang hidup dengan HIV di Jakarta. Sejak 2009, Lentera Anak Pelangi telah menjadi pemberi layanan multidisiplin yang terkemuka yang meningkatkan kualitas hidup anak yang hidup dengan HIV di Jakarta. Saat ini, Lentera Anak Pelangi menjadi bagian dari kegiatan pelayanan komunitas Pusat Penelitian HIV AIDS (PPH) UNIKA Atma Jaya Jakarta. 

Dalam pelayanannya, Lentera Anak Pelangi memberikan pendampingan berupa manajemen kasus, dukungan kesehatan dan gizi, dukungan psikososial, dan dukungan advokasi bagi anak yang hidup dengan HIV dan keluarganya di Jakarta.

Visi Kami

"Menjadi pemberi layanan multidisiplin yang terkemuka yang meningkatkan kualitas hidup anak yang hidup dengan HIV di DKI Jakarta."

Misi Kami

  • Mengurangi angka kesakitan dan kematian pada anak dengan HIV lewat peningkatan status kesehatan dan gizi anak.

  • Meningkatkan kesejahteraan psikososial anak dan keluarga lewat pendidikan keterampilan hidup.

  • Mencegah anak-anak dari pengabaian atau penelantaran.

  • Mengembangkan model intervensi yang dapat diterima dalam memitigasi dampak HIV pada anak-anak dan keluarga mereka.

Penerima Manfaat

  • 87 anak dengan HIV di Jakarta (per November 2021)

  • Usia 3 tahun sampai dengan 18 tahun

  • 70% yatim atau yatim piatu

  • Rumah tangga miskin atau tidak mampu

  • Domisili di DKI Jakarta

Perjalanan Kami

2009

Lentera Anak Pelangi (LAP) didirikan sebagai respon terhadap kealpaan program penanggulangan dan pengurangan dampak buruk HIV dan AIDS yang khusus menyasar pada anak di DKI Jakarta. Di tahun 2009, LAP beroperasi dengan dukungan dana hibah United Nation Development Programme (UNDP) lewat Indonesia Partnership Fund (IPF) bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).

 

Lentera Anak Pelangi lahir di lingkungan civitas akademika Unika Atma Jaya dengan harapan dapat menjadi laboratorium bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengaplikasikan ilmu yang relevan akan kebutuhan anak-anak terdampak HIV dan AIDS beserta keluarga mereka.

 

Guna membantu keluarga anak yang terdampak HIV dan AIDS lewat pemberdayaan keluarga, LAP ditempatkan di bawah Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Dalam 1 tahun Lentera Anak Pelangi mendampingi 88 unit kepala keluarga dengan 121 anak terdampak, 26 di antaranya terinfeksi HIV. Di awal berdirinya, LAP memiliki 16 orang staff dan memiliki Drop in center (DIC) di daerah Cempaka Putih yang bisa diakses oleh anak dan keluarga dampingan untuk mendapatkan layanan klinik kesehatan dan psikososial.

2020-2021

2010

Pendanaan yang dilakukan oleh IPF-UNDP dan KPAN hanya berlangsung selama 1 tahun. Setelah pendanaanya selesai, LAP mencoba mencari alternatif pendanaan lagi lewat donor perorangan dan terpaksa memangkas staffnya menjadi 5 orang. Dengan sisa pendanaan dari IPF-UNDP, LAP masih bisa bertahan dibantu donasi dari sponsor perorangan.

2011-2013

Pertengahan 2011, LAP tidak lagi berada di bawah Pusat Pemberdayaan Masyarakat tetapi dipindahkan ke bawah Pusat Penelitian HIV Atma Jaya (PPH). Seiring dengan bergabungnya LAP dengan PPH, pendanaan oleh Rotary Club Jakarta Sentral dimulai. Selain itu dukungan dana juga datang dari Werk Group’72untuk kegiatan pemeriksaan CD4, VL, dan tes laboratorium lainnya.

Beberapa donor pribadi baik dari Jakarta maupun luar Jakarta (Solo dan Surabaya) juga ikut menyumbang untuk mendukung kegiatan LAP sepert pembelian obat-obatan rutin setiap bulan untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bulanan. Pendanaan Rotary Club Jakarta Sentral akan berakhir di bulan April 2014.

2014-2015

Sejak 2014 hingga 2015 sebagian besar dana Lentera Anak Pelangi berasal dari Yayasan Mitra Surya Mandiri, dan beberapa donor lain yang sudah ikut mendanai LAP sejak 2011. Pada tahun 2015, isu anak dengan HIV sudah dimasukkan dalam Strategi Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulanan AIDS tahun 2015-2019 walau dalam porsi yang sangat kecil. Sayangnya, anggaran pemerintah maupun lembaga donor sebagai bentuk dukungan bagi anak dengan HIV belum juga tersedia.

2016-2019

Lentera Anak Pelangi terus mengalami evolusi dari tahun-tahun sebelumnya. Beberapa program mengalami penyesuaian mengikuti perkembangan anak dan keluarga yang didampingi. Perhatian pemerintah terhadap anak dengan HIV mulai terlihat. Namun masih saja ada hak anak dengan HIV yang terlanggar seperti kasus diskriminasi di lingkungan sekolah dan belum tersedianya obat antiretroviral yang ramah untuk semua anak HIV di Indonesia.

Memasuki masa pandemi COVI-19, Lentera Anak Pelangi harus beradaptasi pada situasi pembatasan kegiatan tatap muka dengan anak serta keluarga yang didampingi. Beberapa kegiatan tatap muka rutin diubah menjadi daring (dalam jaringan). LAP memulai Sekolah LAP Online dan Pertemuan Kelompok Dukungan Sebaya Online untuk anak HIV di seluruh Indonesia dan pelaku rawatnya. Selain itu ada juga dukungan psikososial remaja (Loving & Growing) online, pemantauan jarak jauh (kunjungan rumah dibatasi, hanya 1x sebulan, dengan mematuhi prokes), LIVE Instagram membahas isu anak dan HIV, konseling psikososial dan konsultasi medis online, serta rapat koordinasi 2 mingguan melalui grup WhatsApp.

Sayangnya di tahun 2021, LAP harus kehilangan 2/3 dukungan pendanaan operasional sebagai dampak pandemi pada beberapa donatur tetap. Untuk itu, LAP terus berupaya untuk menggalang dana demi keberlanjutan program pendampingan anak dengan HIV.

LAP juga masih terus mengawal proses advokasi ketersediaan obat antiretroviral (ARV) ramah anak yang selama ini selalu terkendala penyediaannya di Indonesia.

Soft Dots

Mitra Kami

LogoPPH-01.png
AFI_edited.png
YRR_edited.png
logo-tegak-tegar-foundation.jpg
01_Logo YAPPIKA-ActionAid.png
LBHM-blue-01.png

Jejaring Kami

  • UNAIDS Indonesia

  • Indonesia AIDS Coalition

  • Jaringan Indonesia Positif

  • Ikatan Perempuan Positif Indonesia

  • Inti Muda Indonesia

  • Rumah Cemara

  • Karisma

  • GWL INA

  • OPSI

  • JTID

  • Kios Atma Jaya

  • Syair Untuk Sahabat

  • Yayasan Pelita Ilmu

  • Yayasan Lentera Surakarta

  • KDS Arundaya

  • Yayasan Akar Cinta Kasih

  • HKBP AIDS Ministry

  • PKBI

Soft Dots

Pendukung Kami

Dukungan Pendanaan

  • Die Brüecke

  • Werkgroep '72

  • Our Lady Mount Carmel Parish Sunbury, Australia

  • The Humanity Forum

  • The Light & Friends, Singapore

  • PPH UNIKA Atma Jaya

Bantuan Sosial di masa pandemi

  • Kemensos lewat Balai Handayani

  • KPPPA

  • Jasa Raharja

  • Insan Triputra Group

Tim Kami

20160302_162450_edited.jpg

Prof. Irwanto, PhD.

Pendiri

Foto-Dana4.jpg

Evadana Rachmat

Penasihat

Nita.jpg
Mona.jpg

Dr. Mona Sugianto, M.Psi.,
Psikolog 

Nita Anggriawan

Direktur Program

Psikolog

dokter.jpg

Prof. Dr. dr. Benny E. Wiryadi, Sp.KK(K)

Relawan Dokter

dokter.jpg

Dr.med. Abraham Simatupang, M.Kes

Relawan Dokter

dokter.jpg

Dr. Paul F. Matulessy, MN.PGK,Sp.Gk

Relawan Dokter

Natasya.jpeg
WhatsApp Image 2022-03-04 at 2_edited_ed
Wulan.jpg
Adit.jpg
nur.jpg

Natasya Sitorus

Kiki Rizki Fitriani

Sri Wulansari

Arya Aditya

Nur Muliani

Manajer Advokasi

Manajer Psikososial

Administrasi

Koordinator Manajer Kasus

Manajer Kasus

socmed_LAP_191215_036_edited_edited.jpg
socmed_LAP_191215_031.jpg
IMG20180514131558.jpg

Siti Khotimah

Supriyatin

Siti Ramah

Manajer Kasus

Manajer Kasus

Manajer Kasus

Wardiman_edited.jpg
_edited.jpg

Wardiman Siringoringo

Henri

Manajer Kasus

Manajer Kasus

WhatsApp Image 2021-10-26 at 4.52.57 PM.jpeg